Setelah hampir dua dekade berkecimpung di bidang penyimpanan data dan keamanan siber, bekerja dengan berbagai vendor keamanan, saya mendapat kesempatan melihat langsung bagaimana tim keamanan modern beroperasi. Saya pernah berada di ruang rapat membentuk strategi, di lantai pabrik menghubungkan perangkat OT dengan aman, dan di pusat operasi keamanan (SOC) serta pusat data di seluruh dunia. Dari Kolombia hingga Columbia, saya telah membaca RFP, membedah tumpukan teknologi, dan mendengarkan dengan seksama tantangan yang dihadapi para CISO dan pemimpin keamanan.
Di berbagai industri—layanan keuangan, layanan kesehatan, MSSP, hingga perusahaan kecil—saya mendengar cerita yang sama dari ratusan pemimpin keamanan setiap tahun: bidang ancaman terus meluas, tetapi sumber daya, alat, dan tim mereka tidak dapat mengimbanginya. Meskipun ada investasi besar-besaran dalam solusi seperti sandboxing, firewall, otomatisasi, keamanan email, mitigasi DDoS, deteksi dan respons endpoint (EDR), serta deteksi dan respons yang diperluas (XDR), kelelahan itu nyata. Masalah utamanya? Bukan hanya soal alat—melainkan bagaimana operasi keamanan dijalankan.
Kelelahan di SOC Sudah di Titik Patah
Tekanan terhadap pemimpin keamanan sudah tidak lagi berkelanjutan. Berikut fakta-faktanya:
- 77% CISO khawatir bahwa pelanggaran data bisa mengakhiri karier mereka.
- 84% profesional keamanan siber melaporkan mengalami burnout—dan lebih dari setengahnya keluar karena itu.
- 62% peringatan diabaikan karena kelebihan beban dan kebisingan peringatan.
- Kesenjangan keterampilan keamanan siber kini melebihi 4 juta posisi kosong secara global.
Di luar angka-angka tersebut, saya mendengar keluhan yang sama berulang kali:
- “Alat keamanan kami menghasilkan terlalu banyak kebisingan.”
- “Kami tidak bisa menyelidiki ancaman dengan cukup cepat.”
- “Kami tidak bisa menemukan talenta yang mampu mengimbangi kebutuhan.”
Saya telah melihat kelelahan ini secara langsung: tim yang tenggelam dalam peringatan, analis yang dipaksa untuk menebak dalam proses triase, rekan kerja yang saling menyalahkan atas pengecualian atau ancaman yang terlewat. Saya bertemu dengan CISO yang hidup dalam ketakutan konstan bahwa insiden berikutnya bisa menjadi akhir karier mereka. Para pemimpin keamanan tidak hanya bertarung melawan penyerang; mereka juga berperang dalam operasi di dalam SOC mereka sendiri.
XDR: Ide Bagus, Solusi yang Belum Lengkap
XDR seharusnya membawa kejelasan—menggabungkan data endpoint, jaringan, dan cloud untuk memecah silo dan meningkatkan deteksi.
Namun yang saya dengar dari tim keamanan:
- Sebagian besar solusi XDR terlalu fokus pada data endpoint, sehingga melewatkan ancaman yang berasal dari tempat lain.
- Seringkali mengharuskan penguncian vendor, memaksa Anda masuk ke dalam satu ekosistem.
- Korelasi tetap terbatas dan tidak konsisten, membuat tim harus menyatukan investigasi secara manual.
Intinya: Tidak semua ancaman berasal dari endpoint. Jika XDR Anda tidak dapat melihat lalu lintas jaringan, aktivitas cloud, atau pergerakan lateral, Anda kehilangan gambaran besar. XDR bekerja paling baik jika terintegrasi dengan arsitektur yang ada, memberikan visibilitas mendalam di seluruh lingkungan, dan memungkinkan respons cepat serta terkoordinasi. Tanpa itu, XDR hanyalah alat terbatas, bukan solusi lengkap.
SOAR: Otomasi Tanpa Kecerdasan Tidak Efektif
Alat Security Orchestration, Automation, and Response (SOAR) bertujuan untuk mengurangi pekerjaan manual. Dan memang, bila digunakan dengan benar, SOAR dapat merampingkan tugas-tugas berulang.
Namun ada kendalanya:
- SOAR memerlukan kustomisasi berat; Anda butuh insinyur terampil untuk mengonfigurasinya dengan benar.
- Positif palsu juga otomatisasi, menyebabkan alur kerja rusak dan menghambat bisnis.
- Playbook tidak dapat mengikuti ancaman baru. Mereka hanya sebaik aturan di baliknya.
Saya pernah melihat tim mematikan SOAR karena malah menimbulkan lebih banyak masalah. Tanpa lapisan kecerdasan yang memandu otomatisasi, SOAR hanya mempercepat kebisingan.
Inilah sebabnya semakin banyak tim keamanan mencari solusi SIEM yang mengintegrasikan kemampuan SOAR langsung ke dalam platform, dengan logika bawaan dan otomatisasi yang lebih cerdas.
SIEM: Masih Menjadi Tulang Punggung, Jika Dilakukan dengan Benar
SIEM modern, jika dilakukan dengan benar, merupakan fondasi operasi keamanan. SIEM memusatkan pengumpulan log, memungkinkan kepatuhan, dan memberi visibilitas ke seluruh lingkungan. Namun SIEM tradisional mulai kewalahan:
- Kecepatan query lambat. Analis menunggu alih-alih bertindak.
- Biaya penyimpanan tidak terkendali.
- Deteksi berbasis aturan terlalu kaku untuk melawan serangan canggih.
Di sinilah semuanya menjadi menarik.
Saat Anda menambahkan analitik perilaku pengguna dan entitas (UEBA) dengan investigasi berbasis AI, semuanya berubah:
- Analitik perilaku mengurangi positif palsu hingga 60%, hanya menampilkan anomali nyata.
- Investigasi AI secara otomatis membangun garis waktu serangan, mengurangi upaya manual hingga 30%.
- Integrasi terbuka berarti tidak ada penguncian vendor, onboarding log lebih cepat, dan time-to-value yang lebih singkat.
Jenis SIEM ini memberdayakan tim Anda, bukan menguras energi mereka. Ini fleksibel, cerdas, dan dibangun untuk dunia nyata.
Jalan ke Depan: Membuat SOC Lebih Mudah
Masa depan operasi keamanan bukan tentang menumpuk lebih banyak alat. Ini tentang membuat SOC bekerja lebih baik untuk orang-orang di dalamnya.
Itu berarti:
- Otomatisasi yang lebih cerdas untuk mengurangi beban kerja
- Integrasi yang lebih erat untuk menghapus silo
- Alur kerja intuitif yang memungkinkan analis fokus pada ancaman nyata
Jika Anda sedang mengevaluasi solusi, cari SIEM yang menawarkan:
- Analitik perilaku bawaan untuk mengurangi kelelahan peringatan
- Investigasi berbasis AI untuk menghemat waktu dan meningkatkan akurasi
- Integrasi prebuilt dengan alat-alat yang sudah ada
- Skalabilitas dan kontrol biaya untuk lingkungan cloud dan hybrid
Memilih SIEM yang Tepat: Rekomendasi Para Ahli
Alat keamanan lama kesulitan mengikuti burnout, kelebihan peringatan, dan kompleksitas yang terus meningkat. Saatnya memperbarui pendekatan Anda.
Ingin tahu ke mana arah operasi keamanan dan siapa yang memimpin? Laporan Gartner® Magic Quadrant™ for SIEM 2024 adalah tempat yang tepat untuk memulai. Laporan ini menyoroti vendor yang menghadirkan kemampuan generasi berikutnya seperti analitik perilaku, otomatisasi, dan deteksi ancaman waktu nyata—jauh melampaui penyimpanan log dasar. Para pemimpin dalam laporan tersebut membantu tim keamanan mengurangi beban kerja, merespons lebih cepat, dan bertindak dengan konteks.
SIEM yang tepat—terutama yang dilengkapi UEBA bawaan dan investigasi berbasis AI—dapat mengubah cara kerja tim Anda. Exabeam menggabungkan analitik dan otomatisasi terdepan di industri dengan opsi penyebaran fleksibel, serta terintegrasi dengan mulus ke dalam ekosistem keamanan Anda yang lebih luas.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci pertumbuhan bisnis. LogRhythm menyediakan solusi terbaik, mulai dari jaringan, storage, cloud, hingga keamanan siber, yang diintegrasikan oleh iLogo Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Pelajari lebih lanjut di logrhythm.ilogoindoneia.com dan konsultasikan kebutuhan IT Anda dengan kami!
