Dari Hype ke Bantuan: Bagaimana AI Benar-Benar Mengubah Keamanan Siber pada 2025

Pendahuluan

Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi topik hangat dalam keamanan siber, dengan banyak janji tentang potensinya untuk merevolusi operasi keamanan. Namun, laporan global terbaru dari Exabeam, berjudul From Hype to Help: How AI Is (Really) Transforming Cybersecurity in 2025, mengungkapkan adanya kesenjangan antara optimisme eksekutif dan realitas yang dihadapi analis keamanan di lapangan. Berdasarkan survei terhadap 1.000 profesional keamanan siber dari 17 negara, laporan ini menyoroti bagaimana AI benar-benar memengaruhi pusat operasi keamanan (Security Operations Center/SOC), termasuk manfaat nyata, tantangan, dan tren regional. Laman ini, yang merupakan pusat informasi (hub) untuk laporan tersebut, memberikan wawasan tentang peran AI dalam deteksi, investigasi, dan respons ancaman (Threat Detection, Investigation, and Response/TDIR), serta bagaimana solusi Exabeam, seperti Exabeam Nova dan Exabeam Copilot, memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas SOC.

Kesenjangan Persepsi tentang AI dalam Keamanan Siber

Laporan Exabeam, yang dilakukan oleh Sapio Research pada Februari dan Maret 2025, mengungkapkan perbedaan tajam antara persepsi eksekutif dan analis keamanan mengenai dampak AI. Sebanyak 71% eksekutif percaya bahwa AI telah meningkatkan produktivitas tim keamanan secara signifikan, tetapi hanya 22% analis—yang berinteraksi langsung dengan alat AI—setuju dengan pernyataan ini. Di wilayah Asia Pasifik dan Jepang, kesenjangan ini bahkan lebih mencolok, dengan hanya 5% analis yang merasakan peningkatan produktivitas dari AI.

Kesenjangan ini mencerminkan tantangan operasional, seperti kebutuhan untuk terus menyesuaikan dan mengawasi alat AI yang dijanjikan sebagai otonom. Analis sering kali menghadapi masalah seperti hallucinations (informasi palsu yang dihasilkan AI) dan deteksi ancaman yang salah, yang memerlukan perbaikan manual. Sementara itu, eksekutif fokus pada potensi AI untuk mengurangi biaya dan menyederhanakan strategi, yang kadang-kadang tidak selaras dengan kebutuhan analis di lapangan. Laporan ini menegaskan bahwa AI memberikan dampak paling signifikan dalam TDIR, dengan 56% tim keamanan melaporkan peningkatan produktivitas melalui pengurangan kelelahan akibat alert fatigue, analisis berulang yang diotomatisasi, dan waktu penyelesaian yang lebih cepat.

Peran AI dalam Transformasi Keamanan Siber

AI, khususnya machine learning (ML), generative AI, dan agentic AI, telah mengubah cara tim keamanan mendeteksi dan menanggapi ancaman. Exabeam, yang telah mempelopori penggunaan AI dalam Security Information and Event Management (SIEM) selama lebih dari satu dekade, menawarkan solusi yang mengintegrasikan analitik perilaku pengguna dan entitas (User and Entity Behavior Analytics/UEBA), otomatisasi, dan kecerdasan ancaman untuk meningkatkan TDIR. Berikut adalah beberapa cara AI mengubah keamanan siber pada 2025:

  1. Deteksi Ancaman yang Lebih Cepat: AI-driven analytics, seperti yang digunakan oleh Exabeam Fusion, mempelajari pola perilaku normal untuk mendeteksi anomali yang mengindikasikan ancaman, seperti penyalahgunaan kredensial atau pergerakan lateral (lateral movement). Ini memungkinkan tim untuk mengidentifikasi ancaman yang sering kali tidak terdeteksi oleh alat tradisional.
  2. Otomatisasi Investigasi: Exabeam Nova, sebuah agen AI otonom, secara otomatis mengkorelasikan sinyal ancaman, mengklasifikasi ancaman berdasarkan konteks perilaku, dan menghasilkan linimasa ancaman (threat timelines) secara otomatis, mengurangi waktu investigasi hingga lebih dari 50%.
  3. Peningkatan Produktivitas Analis: Exabeam Copilot, asisten AI generatif, menyederhanakan kueri kompleks dengan natural language processing (NLP), memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti dan mempercepat kurva pembelajaran analis. Ini meningkatkan produktivitas analis hingga 80% dengan mengotomatisasi tugas rutin seperti analisis deteksi dan penyusunan kasus.
  4. Fleksibilitas Penyebaran: Platform New-Scale Security Operations dari Exabeam mendukung penyebaran cloud-native, hibrid, dan self-hosted, dengan lebih dari 7.000 parser bawaan untuk mengelola log dari berbagai sumber dan memproses lebih dari 2 juta peristiwa per detik (events per second/EPS).
  5. Kepatuhan terhadap Regulasi: AI membantu organisasi memenuhi standar kepatuhan seperti NIST, GDPR, dan HIPAA dengan menyediakan laporan otomatis dan pemetaan ancaman ke kerangka MITRE ATT&CK.

Exabeam Nova: AI Agentik untuk SOC

Exabeam Nova adalah inovasi terbaru dalam platform New-Scale Security Operations, yang diperkenalkan pada April 2025. Berbeda dengan asisten AI pasif yang hanya mengambil dan mensintesis data, Exabeam Nova adalah agen AI otonom yang secara proaktif menyelidiki kasus, mengkorelasikan sinyal ancaman, dan memberikan wawasan berbasis konteks. Fitur utama meliputi:

  • Otomatisasi Tugas Rutin: Mengotomatisasi analisis deteksi, klasifikasi ancaman, dan penyusunan kasus, memungkinkan analis untuk fokus pada investigasi strategis dan threat hunting.
  • Peningkatan Efisiensi SOC: Mengurangi kelelahan analis dan meningkatkan produktivitas hingga 80% dengan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk alert triage.
  • Integrasi dengan Alat Lain: Kompatibel dengan OpenAPI Standard (OAS), memungkinkan integrasi dengan ratusan alat keamanan untuk menghindari vendor lock-in dan meningkatkan fleksibilitas.

Exabeam Nova membangun fondasi Exabeam Copilot, yang telah terbukti mengurangi waktu investigasi hingga setengahnya dengan wawasan otomatis dan kemampuan pencarian berbasis bahasa alami.

Tren Regional dan Tantangan

Laporan Exabeam juga menyoroti tren regional dalam adopsi AI:

  • Asia Pasifik dan Jepang (APJ): Hanya 5% analis di APJ merasa AI meningkatkan produktivitas, menunjukkan tantangan dalam implementasi yang efektif. Organisasi di wilayah ini menghadapi ancaman seperti serangan terhadap infrastruktur kritis dan disinformasi berbasis AI selama musim pemilu.
  • Amerika Utara dan Eropa: Eksekutif di wilayah ini lebih optimis tentang AI, tetapi analis tetap skeptis karena masalah seperti hallucinations dan kebutuhan pengawasan manual.

Tantangan lain termasuk meningkatnya serangan berbasis AI oleh pelaku ancaman, seperti pembuatan malware otomatis dan deepfake untuk serangan social engineering. Exabeam memprediksi bahwa pada 2025, AI akan memungkinkan pelaku ancaman dengan keterampilan teknis rendah untuk meluncurkan serangan kompleks, sehingga organisasi harus mengadopsi AI prediktif untuk tetap berada di depan.

Rekomendasi untuk Organisasi

Laman ini merekomendasikan beberapa langkah untuk memaksimalkan manfaat AI dalam keamanan siber:

  1. Adopsi AI Agentik: Gunakan solusi seperti Exabeam Nova untuk otomatisasi proaktif yang mengurangi beban kerja analis dan mempercepat respons ancaman.
  2. Libatkan Analis dalam Pengambilan Keputusan: Pastikan analis dilibatkan dalam proses adopsi AI untuk menyelaraskan teknologi dengan kebutuhan operasional.
  3. Integrasi dengan Ekosistem Keamanan: Manfaatkan platform seperti New-Scale Security Operations yang mendukung integrasi dengan alat keamanan lain untuk meningkatkan visibilitas dan efisiensi.
  4. Fokus pada TDIR: Prioritaskan AI untuk mendukung deteksi, investigasi, dan respons ancaman, di mana dampaknya paling signifikan.
  5. Sertifikasi dan Pelatihan AI: Adopsi sertifikasi keamanan AI dan latih tim untuk mengenali ancaman berbasis AI, seperti deepfake dan malware otomatis.

Penghargaan dan Inovasi Exabeam

Exabeam telah diakui sebagai pemenang tiga kategori dalam Cybersecurity Excellence Awards 2025: Perusahaan Keamanan Siber Paling Inovatif, Solusi Keamanan AI, dan SIEM. Penghargaan ini menegaskan kepemimpinan Exabeam dalam inovasi AI, dengan platform New-Scale Security Operations yang menawarkan kinerja kueri cepat, analitik perilaku, dan otomatisasi investigasi. Merger dengan LogRhythm pada Juli 2024 dan adopsi OpenAPI Standard pada Januari 2025 semakin memperkuat posisi Exabeam sebagai pemimpin dalam operasi keamanan modern.

Kesimpulan

Laporan Exabeam From Hype to Help: How AI Is (Really) Transforming Cybersecurity in 2025 mengungkapkan bahwa meskipun AI menjanjikan transformasi besar dalam keamanan siber, kesenjangan antara ekspektasi eksekutif dan realitas analis tetap menjadi tantangan. Dengan solusi seperti Exabeam Nova dan Exabeam Copilot, Exabeam memimpin dalam menghadirkan AI otonom yang meningkatkan produktivitas SOC, mengurangi waktu investigasi, dan mendeteksi ancaman yang tidak terlihat oleh alat tradisional. Dengan mengadopsi pendekatan berbasis Zero Trust, integrasi dengan ekosistem keamanan, dan fokus pada TDIR, organisasi dapat memanfaatkan AI untuk memperkuat postur keamanan mereka. Di tengah lanskap ancaman yang terus berkembang, Exabeam menawarkan solusi yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menetapkan standar baru untuk operasi keamanan yang cerdas dan efisien.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci pertumbuhan bisnis. LogRhythm menyediakan solusi terbaik, mulai dari jaringan, storage, cloud, hingga keamanan siber, yang diintegrasikan oleh iLogo Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Pelajari lebih lanjut di logrhythm.ilogoindoneia.id dan konsultasikan kebutuhan IT Anda dengan kami!