Strategi Keamanan Hibrida: Menyeimbangkan SIEM On-Prem dengan Fleksibilitas Cloud
Pendahuluan
Menurut laporan Exabeam State of Threat Detection, Investigation, and Response, pengeluaran global untuk keamanan siber diperkirakan akan meningkat dari $92 miliar pada tahun 2022 menjadi lebih dari $170 miliar pada tahun 2027. Hal ini mendorong tim keamanan untuk berinvestasi dalam solusi yang meningkatkan deteksi ancaman, investigasi, dan respons (TDIR).
Banyak organisasi masih mengandalkan solusi SIEM (Security Information and Event Management) lokal untuk pemantauan ancaman, respons insiden, dan kepatuhan. Meskipun penyebaran lokal ini memberikan kontrol, kedaulatan data, dan biaya yang dapat diprediksi, ancaman siber yang semakin kompleks menuntut tim keamanan untuk beradaptasi.
Strategi SIEM hibrida—menggabungkan SIEM lokal dengan kapabilitas cloud—memberikan manfaat dari kedua sisi. Dengan mengintegrasikan analitik berbasis cloud, pemodelan perilaku, dan intelijen ancaman waktu nyata, organisasi dapat meningkatkan akurasi deteksi, mengurangi gangguan, dan menskalakan operasi keamanan dengan efisien.
Blog ini membahas bagaimana pengguna SIEM lokal dapat memaksimalkan investasi mereka melalui peningkatan berbasis cloud, sambil mempertahankan kontrol dan keamanan dari penyebaran saat ini.
Meningkatkan SIEM Lokal dengan Kapabilitas Cloud
SIEM lokal memberikan kontrol dan kustomisasi, namun integrasi kapabilitas cloud meningkatkan efisiensi, skalabilitas, dan ketepatan. Berikut caranya:
Pemodelan Perilaku: Deteksi Ancaman yang Lebih Cerdas
Laporan yang sama menemukan bahwa 57% organisasi mengalami insiden keamanan besar dalam 12 bulan terakhir—yang bisa dicegah dengan analitik perilaku dan otomatisasi yang lebih kuat.
Analitik perilaku pengguna dan entitas (UEBA) berbasis cloud menggunakan machine learning (ML) untuk mendeteksi anomali, seperti ancaman dari dalam dan kredensial yang disusupi. Dengan menetapkan pola perilaku normal, analitik ini membantu tim keamanan memprioritaskan ancaman secara lebih efektif. Klasifikasi konteks entitas berbasis ML juga membedakan antara workstation, server, akun layanan, dan pengguna manusia, sehingga mengurangi waktu investigasi manual.
Intelijen Ancaman Waktu Nyata: Pertahanan Proaktif
Strategi SIEM hibrida memungkinkan tim keamanan memanfaatkan intelijen ancaman berbasis cloud untuk mendapatkan wawasan real-time tentang taktik serangan dan pola musuh. Dengan mengkorelasikan log keamanan lokal dengan intelijen cloud, organisasi mendapatkan visibilitas lebih luas atas infrastruktur mereka.
Feed intelijen ancaman cloud memberikan pembaruan terus-menerus tentang indikator kompromi (IoC), taktik penyerang, dan kerentanan yang baru ditemukan. Data real-time ini memungkinkan respons proaktif dan mengurangi waktu ancaman tersembunyi (dwell time).
Alur Kerja yang Lebih Efisien: Skalabilitas Operasional Keamanan
Menurut laporan Exabeam, hampir 50% organisasi telah mengotomatiskan setidaknya setengah dari alur kerja investigasi dan mitigasi mereka. Tim keamanan juga menghabiskan 57% waktunya untuk aktivitas TDIR, menyoroti kebutuhan akan otomatisasi.
SIEM hibrida menawarkan skalabilitas elastis, mencegah sumber daya lokal dari kelebihan beban. UEBA berbasis cloud memungkinkan tim keamanan beralih dari respons reaktif ke perburuan ancaman proaktif, sehingga meningkatkan efisiensi operasional.
Studi Kasus: Meningkatkan LogRhythm SIEM dengan LogRhythm Intelligence
LogRhythm SIEM memberikan pemantauan keamanan end-to-end, manajemen log, dan kapabilitas kepatuhan. Namun, seiring berkembangnya ancaman siber, organisasi membutuhkan visibilitas lebih tinggi, analitik canggih, dan otomatisasi.
LogRhythm Intelligence, add-on cloud-native, meningkatkan SIEM ini dengan analitik perilaku berbasis ML. Dengan menganalisis perilaku pengguna dan entitas, fitur ini dapat:
- Mendeteksi anomali yang menunjukkan ancaman dari dalam, akun yang disusupi, atau penyalahgunaan administratif.
- Menetapkan pola perilaku dan menyesuaikan ambang deteksi secara otomatis untuk mengurangi false positive.
- Memberikan klasifikasi konteks entitas yang membedakan berbagai jenis pengguna dan sistem.
LogRhythm Intelligence juga menyertakan Copilot berbasis AI generatif yang menyederhanakan operasi keamanan dalam SIEM. Copilot ini secara otomatis menghasilkan ringkasan ancaman yang dipetakan ke kerangka kerja MITRE ATT&CK® dan memberikan saran langkah selanjutnya untuk investigasi dan respons.
Dengan mengadopsi pendekatan SIEM hibrida, LogRhythm Intelligence mengubah LogRhythm SIEM menjadi platform operasi keamanan generasi berikutnya, memungkinkan tim SOC mendeteksi, menyelidiki, dan merespons ancaman dengan lebih efisien.
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya
Tim keamanan kini tidak perlu memilih antara kontrol lokal dan inovasi berbasis cloud. Strategi SIEM hibrida memberikan stabilitas dari SIEM lokal dengan fleksibilitas analitik cloud—menghadirkan visibilitas, presisi, dan efisiensi yang lebih tinggi.
Dengan mengintegrasikan kapabilitas cloud canggih seperti UEBA dan intelijen ancaman waktu nyata, tim keamanan dapat tetap unggul dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang.
Langkah Selanjutnya bagi Tim SOC yang Mempertimbangkan SIEM Hibrida:
- Evaluasi tantangan SIEM saat ini: Di mana letak kekurangannya?
- Tinjau kebutuhan ingest data: Apakah sumber log Anda cukup komprehensif untuk mendeteksi ancaman modern?
- Tinjau strategi intelijen ancaman: Apakah feed eksternal meningkatkan kemampuan deteksi Anda?
Dengan pendekatan SIEM hibrida, tim keamanan dapat memaksimalkan investasi lokal mereka sekaligus mendapatkan kelincahan yang diperlukan untuk mengungguli pelaku kejahatan siber.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci pertumbuhan bisnis. LogRhythm menyediakan solusi terbaik, mulai dari jaringan, storage, cloud, hingga keamanan siber, yang diintegrasikan oleh iLogo Indonesia agar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.
Pelajari lebih lanjut di logrhythm.ilogoindoneia.id dan konsultasikan kebutuhan IT Anda dengan kami!
